Pages

9 Motif Batik Lahir di Kota Bojonegoro

15.33 |


Sebagai orang yang lahir di kota Bojonegoro, saya sangat takjup dan bangga sekali oleh perkembangan kota Bojonegoro tercinta ini, mulai dari Hasil Buminya yang sangat melimpah, apalagi belum lama juga telah ditemukan sumber minyak yang semakin kesini semakin banyak titik yang bisa menghasilkan minyak bumi.. dan yang sangat membuat saya semakin Bangga, belum lama juga, Bojonegoro menghasilkan sesuatu yang bisa saya katakan sangat SPEKTAKULER sekali, yaitu BATIK.

dan tidak tanggung-tanggung, 9 Motif Batik langsung dihasilkan, Tanggal 29 Desember 2009 menjadi tanggal diluncurkannya Batik ini.dan tanpa panjang lebar, inilah ke 9 Motif Batik Bojonegoro beserta filosofinya..

1. Motif Gatra Rinonce


Perpaduan RIG (alat mengambil minyak) dengan Gas Bumi digambarkan sulur dan bunga , dimana satu dan lainnya saling berhubungan dalam satu kesatuan bentuk. Warna Hijau dan Kuning melambangkan kemakmuran, kemuliaan, dan keindahan. Ga ( Gas ) & Tra ( Patra : Minyak ) , Rinonce dalam bhs jawa yang berarti ditata satu persatu, dirangkai menjadi satu kesatuan yang utuh dan indah sehingga bila digabungkan mempunyai pengharapan, dengan adanya Gas dan Minyak Bumi, apabila dikelola dengan baik dan tetap menjaga Keseimbangan dan Kelestarian Alam, diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup, harkat dan martabat Bangsa Indonesia khususnya Warga Kota Bojonegoro.

2. Motif Jagung Miji Emas


Jagung merupakan tanaman tumbuh subur di Kota Bojonegoro. Hasil yang melimpah menggambarkan bahwa Jagung juga dapat meningkatkan pendapatan sekaligus sebagai salah satu pengganti makanan pokok beras.  Miji yang dalam bahasa jawa mempunyai arti Berbiji sedangkan Emas mempunyai maksud Berharga, Sehingga diharapkan dengan Jagung, Bojonegoro bisa lebih maju dan meningkat dengan hasil yang sangat melimpah jumlahnya.

3. Motif Mliwis Mukti


Batik Meliwis Mukti, bisa disebut juga Batik Meliwis Putih, mengambil filosofi Burung Mliwis Putih yaitu Jelmaan Prabu Angling Dharmo yang menurut legenda kerajaannya dianggap pernah ada di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Mukti dalam bahasa jawa berarti Mulia, diharapkan Bisa Memotivasi Masyarakat  bojonegoro untuk Bekerja Keras, Tekun dan ulet dalam berkarya guna mencapai kehidupan yang lebih makmur dan lebih maju dan yang pasti lebih baik.

4. Motif Parang Dahono Munggal


Mengambil Filosofi dari salah satu objek wisata yang ada di Kabupaten Bojonegoro, yaitu Kayangan Api. yang merupakan Sumber Api Abadi Terbesar di Asia  Tenggara dan pernah menjadi  tempat pengambilan api PON  XV tahun 2000. Parang yang dalam bahasa jawa berarti Miring, Dahono berarti Api dan Munggal Menyala / Berkobar sepangang waktu. Mencerminkan masyarakat Bojonegoro yang Dinamis, Semangat dan mampu memberikan Cahaya bagi Sesama.

5. Motif Parang Lembu Sekar Rinambat


Parang Lembu berarti Deretan Sapi sedangkan Sekar Rinambat ( Rambat ) yang berarti Bunga Merambat,  bermakna Kabupaten Bojonegoro dikenal harum karena Peternakan Sapinya sehingga dapat memberikan kontribusi yang besar sekaligus dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

6. Motif Pari Sumilak


Pari yang berarti Padi, Sumilak berarti Mulai Menguning ( Siap Panen ). dengan filosofi dari nama tersebut, diharapkan Bojonegoro bisa menjadi Lumbung Padi yang dari Padi tersebut bisa menghidupi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya Masyarakat Bojonegoro.

7. Motif Rancak Thengul


Terinspirasi dari salah satu Kesenian Tradisional khas yang dimiliki Kota Bojonegoro, Wayang Tengul. Berbentuk tiga dimensi, terbuat dari Kayu dengan Kain sebagai Busananya. Rancak Thengul yang dalam bahasa jawa mengandung arti Seperangkat Barisan Thengul, yang dikenal sebagai warisan kesenian tradisional di Kabupaten Bojonegoro, diharapkan akan selalu terjaga Eksistensinya, menjadi Icon Kota Bojonegoro,dan bisa lebih dikenal dan digemari masyarakat luas dan sekaligus sebagai bentuk pelestarian dan pengembangan salah satu warisan Pusaka Budaya..

8. Motif Sata Gondo Wangi


Bisa disebut juga dengan Motif  Tembakau,
Sejak dulu Tembakau Bojonegoro sudah dikenal seluruh Nusantara sehingga menjadi salah satu produk unggulan di Kota Bojonegoro. Jenis tanaman yang cocok untuk tanaman ini menghasilkan aroma yang khas dan berbeda dengan daerah lain. Tembakau yang dalam bahasa jawa bisa disebut Sata, Gando Wangi berarti Aroma yang Harum, sehingga diharapkan Nama Bojonegoro harum dan terkenal Seperti bau harum khas Tembakau sebagai salah satu potensinya.

9. Motif Sekar Jati


Tanaman Jati, mulai dari Akar, Pohon dan Daun dapat dimanfaatkan. Kayunya merupakan bahan baku meubelair, kerajinan bubut kayu sedangkan Tunggak dan Akarnya dapat diolah menjadi karya seni yang bernilai jual  tinggi. Sekar yang dalam bahasa jawa berarti Bunga dan Jati adalah Pohon Jati itu sendiri, sehingga bermakna tumbuh suburnya Pohon Jati di Kabupaten Bojonegoro Selaras dengan Perkembangannya Sentra sentra Kerajinan  Kayu Jati sebagai Bentuk Kreativitas Masyarakat Bojonegoro dalam Mengolah dan Memanfaatkan Tanaman Kayu Jati agar dapat  meningkatkan Taraf  Hidup Masyarakat Bojonegoro.

Dengan adanya Batik di Bojonegoro ini, diharapkan semua warga Bojonegoro, Baik Tua maupun Muda bisa lebih Aktif dan Bekerja keras dalam mensejahterakan Taraf Hidup baik Pribadi maupun Global..
dan Karena Batik juga, saya termotivasi untuk membuat Blog Baru yang Menggunakan Aksen Batik Bojonegoro untuk tampilan Blog saya ini..

Maju Terus Bojonegoroku, Tetap Berkarya supaya Bojonegoro TETAP MATOH..!!!

0 komentar:

Posting Komentar